Judul : Abad yang Berlari
Penulis : Afizal Malna
Penerbit : Omahsore 2009, Yogyakarta
Tebal : vii + 26 hlm; 12.2 x 18 cm
ISBN : 978-979-19047-2-8
Harga : Rp 20.000,-
>
Abad yang Berlari. Lewat kumpulan sajak inilah 25 tahun yang lalu Afizal Malna menapakkan kakinya dengan kokoh di dunia sastra Indonesia. Karya yang diterbitkan pertamakali di tahun 1984 ini, memberi pengaruh yang cukup luas bagi perkembangan sastra kita. Maka tidak mengherankan jika pada waktu itu buku ini mendapat Hadiah Buku Sastra Dewan Kesenian Jakarta. Dan kini, tepat 25 tahun kemudian, Omahsore dengan suka cita menghadirkannya kembaliĀ di tengah Anda. Sebuah langkah kecil untuk membaca dunia sastra kita dengan menyajikan kembali karya-karya lama yang monumental namun sangat sulit untuk kita dapatkan di pasar buku kita.
Dalam penerbitan ulang ini Afrizal Malna melakukan beberapa pembenahan dan penambahan kecil atas sajak-sajaknya, memperbaiki beberapa kesalahan dalam penerbitannya terdahulu. Karena itu bagi yang sudah membaca atau memiliki edisi terdahulu, buku Abad yang Berlari versi Omahsore ini tetap layak untuk Anda baca.
Salam Hangat
Afrizal Malna dan Omahsore
Abad Yang Berlari
palu. waktu tak mau berhenti, palu. waktu tak mau berhenti. seribu jam menunjuk waktu yang bedaberbeda. semua berjalan sendiri-sendiri, palu.
orang-orang nonton televisi, palu. nonton kematian yang dibuka di jalan-jalan, telah bernyanyi bangku-bangku sekolah, telah bernyanyi di pasar-pasar, anak-anak kematian yang mau merubah sorga. manusia sunyi yang disimpan waktu.
palu. peta lariberlarian dari kota datang dari kota pergi, mengejar waktu, palu, dari tanah kerja dari laut kerja dari mesin kerja. kematian yang bekerja di jalan-jalan, palu. kematian yang bekerja di jalan-jalan.
dada yang bekerja di dalam waktu.
dunia berlari.. dunia berlari
seribu manusia dipacu tak habis mengejar.
1984


Wirja Taufan
July 14th, 2009
Bsgus, aq mengenal Afrizal sejak 25 th lalu. Kami bertemu di salah 1 warteg dekat TIM. Kami makan bersama sambil cerita macam terutama rencananya ingin membuat kumpulan puisi para penyair Indonesia. Tapi setelah itu kami tidak pernah ketemu lagi. Sejak itu aq sudah senang dengan puisi-puisinya. Selamat untumu Kawan. Anda pantas sebagi salah 1 penyair besar Indonesia disamping Chairil Anwar dan Sutardji Calzoum Bachri