Posted June 1st by omahsore in puisi
Judul : Kunci
Penulis : TS Pinang
Penerbit : Omahsore 2009, Yogyakarta
Tebal : vii + 70 hlm; 13.5 cm x 20 cm
ISBN : 978-979-19047-8-0
Harga: Rp 30.000,-
>
KUNCI
kami membuka gerbang langit dengan anak kunci yang kami tempa dari bijih cinta. kami berdoa dengan secawan air tanah dan daun sirih, lalu kami saling [...]
READ ON »
Posted May 30th by omahsore in puisi
Judul : Arsitektur Hujan
Penulis : Afrizal Malna
Penerbit : Omahsore 2009, Yogyakarta
Tebal : vii + 40 hlm; 12.2 x 18 cm
ISBN : 978-979-19047-3-5
Harga : Rp 25.000,-
>
READ ON »
Posted May 30th by omahsore in puisi
Judul : Pidato-Pidato Dari Bantal Berasap
Penulis : Afrizal Malna
Penerbit : Omahsore 2009, Yogyakarta
Tebal : vi + 78 hlm; 12.2 x 18 cm
ISBN : 978-979-19047-4-2
Harga : Rp 30.000,-
>
Sebelumnya pernah diterbitkan dengan judul Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing
READ ON »
Posted May 30th by omahsore in puisi
Judul : Kalung Dari Teman
Penulis : Afrizal Malna
Penerbit : Omahsore 2009, Yogyakarta
Tebal : vi + 36 hlm; 12.2 x 18 cm
ISBN : 978-979-19047-6-6
Harga : Rp 25.000,-
>
READ ON »
Posted May 30th by omahsore in puisi
Judul : Yang Berdiam Dalam Mikrofon
Penulis : Afrizal Malna
Penerbit : Omahsore 2009, Yogyakarta
Tebal : vi + 36 hlm; 12.2 x 18 cm
ISBN : 978-979-19047-5-9
Harga : Rp 25.000,-
>
READ ON »
Posted April 15th by omahsore in puisi
Judul : Abad yang Berlari
Penulis : Afizal Malna
Penerbit : Omahsore 2009, Yogyakarta
Tebal : vii + 26 hlm; 12.2 x 18 cm
ISBN : 978-979-19047-2-8
Harga : Rp 20.000,-
>
Abad yang Berlari. Lewat kumpulan sajak inilah 25 tahun yang lalu Afizal Malna menapakkan kakinya dengan kokoh di dunia sastra Indonesia. Karya yang diterbitkan [...]
READ ON »
Posted January 9th by omahsore in puisi
Judul : Perasaan-Perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya
Penulis : Gunawan Maryanto
Penerbit : Omahsore 2008, Yogyakarta
Tebal : x + 75 hlm; 12.2 x 18 cm
ISBN : 978-979-19047-0-4
Harga: Rp 30.0000,-
1
baiklah. kujalani saja kutukan ini
akan kutulis seribu perasaan tentangmu
mulai pagi ini hingga kelak
ketika burung-burung itu tak lagi bersarang di rambutmu
saat itulah semua berakhir
1.1
juga diriku: mencair,
menjelma sungai, tak sanggup kauseberangi
menjadi [...]
READ ON »